Tampilkan postingan dengan label Tips naik Pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips naik Pesawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2016

Bandar Udara Juanda Sidoarjo


Bagi para traveler yang akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi udara berikut informasi mengenai lalu lintas dan layout bandar udara di Juanda Sidoarjo

Saat ini Bandara Terminal Juanda memiliki 2 tempat yang biasa di sebut Bandara T1 dan T2, lokasi bandara T2 berada di lokasi Jalan Ir. H. Juanda Surabaya Indonesia 61253 ( tempatnya di bandara yang lama, Untuk bandara T1 hanya melayani penerbangan Domestik dan untuk Bandara T2 melayani Domestik dan Internasional.




Kedua bandara memiliki layout yang mirip namun untuk bandara T2 desain lebih modern dan lebih nyaman dibanding bandara yang T1

Berikut layout Bandara T2 Juanda Sidoarjo

Frekuensi pelayanan penerbangan di Bandara Juanda sangat banyak seperti terlampir 







Demikian informasi mengenai bandara Juanda Sidoarjo Jawa Timur Indonesia, semoga bisa memberikan gambaran bagi para Traveler yang belum pernah menggunakan moda transportasi udara melakui bandar udara Juanda | Sinar Tour Travel


Sumber : AngkasaPura

Minggu, 11 Oktober 2015

Tips Bepergian Ke Luar Negeri

Bagi sebagian besar orang, bepergian ke luar negeri bisa menjadi pengalaman menarik dalam hidupnya apalagi untuk pertama kalinya. Namun untuk sampai ke sana, tak sedikit yang merasa kebingungan, bahkan ragu-ragu dan takut dalam persiapan keberangkatan. Bepergian ke luar negeri pada dasarnya tak banyak berbeda dengan bepergian ke dalam negeri. Perbedaannya hanya karena adanya proses imigrasi dan bea cukai saja. Persyaratan, dokumen dan tata cara memasuki suatu negara ini yang lebih sering menjadi keraguan dan ketakutan bagi orang yang pertama kali ke luar negeri. Belum lagi ketentuan visa yang berbeda antara satu negara dengan negara lain. Pengurusan visa yang sering kali membuat repot dan menjadi keengganan tersendiri. Keraguan lain biasanya karena terdapat perbedaan kultur, makanan, bahasa, cuaca di negara tujuan. Sebenarnya di jaman informasi mudah didapat seperti sekarang ini, seharusnya keraguan itu bisa diminimalisir. Nah, jika Anda akan bepergian ke luar negeri, apalagi untuk pertama kalinya, ada baiknya menyimak tips ringkas berikut ini?

Tips pertama adalah persiapan dokumen sebelum pergi ke luar negeri. Dokumen-dokumen ini kadang kala memerlukan waktu dan kerumitan sendiri. Nah, dokumen apa saja yang mesti disiapkan?

  1.   PASSPORT. Memiliki passport adalah wajib bagi warga Indonesia jika akan bertandang ke luar negeri. Masa laku passport adalah 5 tahun dari tanggal terbit. Passport yang bisa digunakan untuk pergi ke luar negeri adalah yang masih menyisakan masa laku minimal 6 bulan dihitung sejak tanggal keberangkatan hingga tanggal berakhirnya passport. Untuk menghitungnya, kurangi masa laku yang tertera di passport Anda dengan tanggal keberangkatan. Masa laku ini harus disesuaikan jika masa tinggal Anda di negara tujuan dalam waktu yang lama, misalnya untuk bekerja atau sekolah. Catatan, beberapa negera mengharuskan masa laku lebih dari 6 bulan.
  2.  VISA. Visa adalah dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara lewat perwakilannya (Kedutaan atau Konsulat) dan ditempel di passport Anda. Australia sudah tidak lagi menempelkan visa di passport tetapi cukup surat yang harus dibawa saat melewati imigrasi. Secara umum Visa terbagi dalam 2 kelompok yakni Visa reguler dan Visa on Arrival (VoA). Visa Reguler dapat diurus melalui perwakilan negara atau untuk beberapa negara bisa melalui jasa pengurus Visa. Sedangkan Visa on Arrival adalah bisa yang diurus setelah Anda mendarat di negara tujuan. Jika Anda sudah mendapatkan Visa berarti Anda sudah diijinkan masuk negara tersebut. Tidak semua negara tujuan mewajibkan Visa bagi pemegang passport Indonesia Contoh Singapore, Malaysia, Japan dll tidak memerlukan Visa. 
  3. Tiket Pesawat. Kebanyakan perjalanan ke luar negeri dicapai melalui jalur udara. Jika jalur ini yang Anda gunakan sebaiknya membeli sekaligus tiket pergi pulang (return ticket) untuk kunjungan singkat. Tiket kembali biasanya juga digunakan sebagai syarat pengurusan visa. Kadang kala petugas imigrasi menanyakan tiket balik ini untuk memastikan siapapun yang memasuki negaranya bisa kembali tanpa harus menjadi beban negara tersebut.
  4.  Hotel atau tempat menginap. Hampir sama dengan tiket balik, alamat tempat menginap kadang kala harus ditulis saat pengajuan visa. Alamat ini juga yang mesti dicantumkan pada Departure Card (Kartu Kedatangan). Jika Anda belum memiliki tempat menginap pasti, pada Departure Card isi saja alamat salah satu hotel. Jika ditanya petugas imigrasi Anda bisa sebutkan akan menginap disana. Alamat ini sangat penting karena keberadaan Anda akan bisa diketahui jika sesuatu hal terjadi, keadaan darurat misalnya.
  5.  Perlengkapan pribadi. Penting untuk dibawa adalah barang-barang pribadi seperti obat-obatan, pakaian, perlengkapan mandi. Meskipun barang-barang ini juga bisa didapat di negara tujuan tapi Anda perlu waktu untuk mendapatkan, setidaknya Anda perlu mencari toko terdekat. Dengan membawa barang-barang pribadi Andapun dapat menekan pengeluaran yang tidak perlu.
  6. Catatan penting. Sangat disarankan untuk membuat catatan penting yang dibawa kemanapun pergi. Data-data penting ini berupa alamat dan nomor telepon penting, seperti alamat Anda selama di negara tujuan, alamat di Indonesia, alamat kedutaan/konsulat Indonesia, nama dan nomor telepon dalam kondisi darurat. Jangan lupa untuk menyimpan fotocopy halaman pertama passport Anda.
  7. Uang Tunai. Tukarkan uang tunai dengan mata uang negara tujuan atau dalam mata uang utama seperti dollar Amerika, Euro. Kendati mata uang utama dapat ditukarkan dengan mudah tetap disarankan untuk membawa mata uang lokal untuk membayar taxi misalnya.

Tips kedua terkait proses di bandara dan imigrasi. Secara sederhana proses keberangkatan dapat disusun sebagai berikut :
  1.   Check-in penerbangan. Proses check-in penerbangan internasional hampir sama dengan penerbangan domestik. Pembedanya adalah petugas akan memeriksa passport Anda. Pada beberapa airline proses check-in juga sekaligus sebagai pre-clearance, nama Anda akan diperiksa terlebih dahulu apakah masuk dalam black-list atau tidak. Tidak semua airline & negara melakukan pre-clearance ini. Pembeda kedua adalah penumpang diberikan Kartu Imigrasi. Kartu imigrasi berupa satu lembar kecil yang terdiri 2 bagian dengan isi yang sama, sisi kiri Kartu Keberangkatan dan sisi kanan Kartu Kedatangan. Data-data yang perlu diisi diantaranya adalah Nama, Jenis Kelamin, Tempat & Tanggal lahir, Nomor Passport, Tempat Pengeluaran Passport, Tanggal Terbit Passport, Tanggal Berakhir Passport, Jenis Passport (Individu atau Keluarga), dan Nomor Penerbangan. Isi dan tanda-tangani Kartu Imigrasi ini sebelum memasuki pemeriksaan passport oleh petugas imigrasi. Tidak ada perbedaan untuk proses bagasi dan boarding pass. Saat ini untuk pemegang passport Indonesia kartu Imigrasi sudah tidak berlaku lagi, jadi tidak perlu mengisi kartu ini.
  2. Pemeriksaan passpor di Imigrasi. Bawa passport dan boarding pass Anda untuk antri di imigrasi (WNI sudah tidak perlu lagi mengisi kartu imigrasi). Antri pada jalur untuk pemegang passport Indonesia. Petugas imigrasi akan memeriksa passport Anda dan membubuhkan stempel di passport. Tetap tenang saat melewati petugas imigrasi. Pastikan tidak ada boarding pass yang tercecer.
  3. Memasuki ruang tunggu. Setelah proses imigrasi selesai segera bergegas ke ruang tunggu. Pastikan Anda memasuki ruang tunggu sesuai gate yang tertera di boarding pass Anda. Lebih baik Anda menunggu di ruang tunggu keberangkatan untuk menghindari keterlambatan. Jika hingga jadwal boarding tidak ada tanda-tanda panggilan naik pesawat, tanyakan kepada petugas terdekat. Ini penting untuk memastikan tidak ada perubahan gate dan Anda berada pada gate yang benar. Perlu diingat bahwa tidak semua bandara mengumumkan panggilan melalui pengeras suara.
  4. Terbang. Kini saatnya meninggalkan tanah air. Pembeda satu-satunya dibandingkan penerbangan domestik adalah pembagianKartu Imigrasi Negara Tujuan sebelum mendarat yang pada dasarnya mirip dengan Kartu Imigrasi Indonesia. Pembeda kartu ini adalah sisi kiri sebagai kedatangan dan sisi kanan sebagai kartu keberangkatan. Isi kartu ini selagi di pesawat agar Anda tidak membuang waktu sebelum pemeriksaan imigrasi. Sedangkan kartu lain seperti bea-cukai, kartu kesehatan tidak selalu ada dan berbeda perlakuan untuk masing-masing negara.
  5.  Mendarat. Begitu mendarat Anda langsung diarahkan menuju terminal kedatangan. Jika Anda memasuki negara dengan fasilitas Visa on Arrival (VoA) maka urus dulu VoA sebelum antri imigrasi. Daftar negara yang bisa dimasuki pemegang passport Indonesia dengan VoA, klik disini. Pada beberapa bandara, kedatangan dan pengambilan bagasi bias saja berjarak jauh (seperti di Beijing Capital Airport), gunakan kereta atau escalator yang tersedia. Selalu baca petunjuk yang membantu menuju ke bagian imigrasi.
  6.  Pemeriksaan passport Imigrasi negara tujuan. Hal pertama yang harus dilalui adalah pemeriksaan passport. Bawa serta Kartu Imigrasi Negara Tujuan yang sudah diisi dan passport Anda. Petugas akan memindai passport Anda dan merobek sisi bagian kiri (Kartu Kedatangan). Simpan baik-baik potongan satunya lagi karena akan digunakan saat pemeriksaan pasport saat meninggalkan negara tersebut. Pemeriksaan imigrasi ini terkadang bikin deg-degan untuk memasuki negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat. Hampir semua petugas imigrasi di negara manapun bermuka kaku dan pelit senyum. Jangan takut. Jika Anda bepergian bersama keluarga, pemeriksaan dilakukan bersamaan saja.
  7. Pengambilan bagasi. Ambil bagasi Anda pastikan tidak tertukar dengan bagasi orang lain. Jika Anda tidak menemukan bagasi Anda segera datang ke bagian Lost & Found yang letaknya di sekitar pengambilan bagasi.
  8. Bea cukai. Isi formulir bea cukai sebelum memasuki jalur keluar. Tetap isi meskipun tidak ada barang dikenakan bea cukai. Setiap negara memiliki aturan berbeda terhadap barang bawaan yang harus dikenakan bea masuk. Jika tidak ada barang-barang yang harus terkena bea masuk, Anda cukup melintasi jalur hijau. Sebaliknya jika ada barang yang harus dibeakan masuki jalur merah. Baik pada jalur hijau maupun merah petugas ada kalanya memeriksa koper serta tas Anda. Siapkan kunci koper jika sewaktu-waktu petugas meminta untuk membukanya. Setelah proses ini Anda bisa meninggalkan bandara untuk melanjutkan perjalanan Anda di negara tujuan.

Tips ketiga terkait proses kepulangan yang pada dasarnya sama dengan proses keberangkatan.
  1. Check-in di bandara negara tujuan. Proses hampir sama dengan keberangkatan. Anda dapat menitipkan bagasi dan mendapatkan boarding pass. Untuk menghindari antrian, disarankan untuk melakukan check-in online sebelum datang ke bandara, atau bias gunakan mesik check-in otomatis, dengan cara memindai bar-code atau QR-Code yang tertera di tiket.
  2. Pemeriksaan passport di imigrasi. Setelah proses checkin selesai, bawa serta passport, potongan sisi kanan Kartu Imigrasi Negara Tujuan dan boarding pass untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas imigrasi. Jika tidak ada masalah, petugas akan membubuhi stempel di passport Anda.
  3. Memasuki ruang tunggu. Sebelum memasuki ruang tunggu semua barang bawaan Anda harus melalui pemeriksaan sinar-X. Pada beberapa negara pemeriksaan ini dilakukan tepat sesudah pemeriksaan passport. Tingkat ketelitian pemeriksaan juga berbeda-beda, seperti harus melepas ikat pinggang, sepatu, dompet dan melewatkannya melalui pemindai sinar-X.
  4. Terbang. Tidak ada hal khusus yang membedakan dengan penerbangan domestik kecuali pramugari akan membagikan kartu bea cukai berwarna kuning. Isi dengan hati-hati. Karena Anda dalam status kembali maka jika petugas penerbangan membagikan Arrival Card, abaikan saja. Oh ya, jika terbang dengan full-servie airline, pramugari akan membagikan makan dan minuman selam penerbangan. Juga tersedia peralatan hiburan. Cobalah.
  5. Mendarat. Sama seperti saat keberangkatan, Anda langsung diarahkan ke bagian imigrasi.
  6. Pemeriksaan passport imigrasi di Indonesia. Bawa serta passport untuk diperiksa oleh petugas imigrasi. Jika tidak masalah petugas akan membubuhkan stempel pada passport Anda.
  7.  Pengambilan bagasi. Sekali lagi pastikan bagasi Anda tidak tertukar dengan milik orang lain. Disarankan untuk memberi tanda yang mudah dilihat pada koper Anda, karena banyak koper yang bentuk dan warnanya mirip-mirip bahkan sama.
  8. Pemeriksaan bea cukai. Berlaku jalur hijau dan merah. Sekali lagi jika barang bawaan Anda terbebas dari barang-barang yang harus dibeakan, lewati saja jalur hijau. Jangan lupa tetap mengisi form bea-cukai meskipun masuk jalur hijau.
Demikian informasi seputar tentang perjalanan ke luar negeri menggunakan pesawat, semoga membantu rekan-rekan yang akan bepergian ke luar negeri | Sinar Tour Travel


Minggu, 27 September 2015

Penipuan Promo Tiket dan Hotel Murah

Banyak cara orang jahat untuk melakukan penipuan, kebanyakan adalah melalui sms atau langsung menelpon target. Tak ketinggalan bisnis travel menjadi sasaran obyek penipuan. Penipuan tiket pesawat dan hotel murah adalah salah satu cara mereka untuk mengelabui targetnya.

Pelaku penipuan biasanya melakukan menggunakan media sms maupun telepon target dengan memberitahu bahwa mendapatkan tiket dan voucher promo murah sehingga para korban menjadi tertarik untuk membeli tiket maupun voucher tersebut, ada juga mengatasnamakan nama besar travel contoh Tra******a sebagai obyek yang memberikan promo tiket dan voucher hotel.

Beberapa tips mengetahui penipuan melalui sms tentang tiket pesawat murah
Untuk menghindari terjadinya penipuan tiket dan voucher murah promo terjadi pada kita baik itu melalui sms, telepon ataupun situs situs diinternet, beberapa hal yang harus kita perhatikan dan lakukan adalah:
  1. Pertama sekali yang harus diingat adalah jangan pernah mentransfer uang sebelum melakukan beberapa tips pada poin 2 sampai dengan 5 dibawah ini.
  2. Pastikan dan selidiki terlebih dahulu alamat yang disebutkan pada sms. Jika sipengirim sms atau si penelepon memberikan alamatnya, pastikan alamat tersebut benar adanya
  3. Minta kode booking atas tiket yang dijanjikan.Kode booking ini berguna untuk melakukan pengecekan kebenaran atas tiket tersebut, silahkan lakukan cross cek ke airlines apakah tiket itu benar atau hanya kode booking palsu. Tanyakan kepada pihak airlines apakah kode booking itu memang atas nama kita, berapa harga tiket untuk kode booking tersebut, apakah kode booking tersebut sudah dibayar atau masih time limit atau bahkan sudah batal.
  4. Jika pengirim sms meminta di transfer sejumlah uang harap jangan dilakukan.Jangan pernah melakukan transfer uang kepada orang tak dikenal sebelum semuanya benar. Logikanya bagaimana mungkin orang tak dikenal bisa menawarkan tiket murah apalagi meminta kita mentransfer sejumlah uang, tentunya ini adalah penipuan mengatasnamakan tiket pesawat murah.
  5. Abaikan sms sms yang tidak dikenal siapa pengirimnya.Setiap sms yang meminta anda mengirimkan uang kerekeningnya sedangkan anda tidak mengetahui siapa pengirim sms tersebut, harap diabaikan. Penipuan tiket pesawat murah sudah menjadi trend penipuan yang marak saat ini.

Himbauan kepada pengunjung yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang dan harus bermalam di hotel atau pengunjung yang senang berburu tiket pesawat dan voucher hotel promo murah, hati hati jika mendapat sms seperti yang diperoleh diatas. Jika mendapat sms atau telepon seperti ibu diatas, lakukan terlebih dahulu pengecekan dan jangan mudah percaya. Kelemahan kita biasanya terlalu tergoda dengan bujukan dan tawaran yang menggiurkan, padahal justru tawaran tawaran yang tidak masuk akal itulah merupakan penipuan.

Demikian tips untuk menghindari Penipuan Promo Tiket dan Hotel Murah | Sinar Tour & Travel

Minggu, 13 September 2015

Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat

headline_7Hamil-telegraphBepergian menggunakan pesawat bisa dilakukan oleh siapa saja mulai dari anak kecil sampai dengan dewasa termasuk para perempuan/ibu yang sedang hamil.
Tidak ada larangan bagi ibu hamil naik pesawat terbang selama masih memenuhi aturan yang ditetapkan oleh setiap maskapai penerbangan. Biasanya nanti pada saat check in, pihak maskapai penerbangan akan meminta surat keterangan dari dokter, oleh karena itu sebelum jadwal keberangkatan, biasanya 1 minggu sebelum keberangkatan mintalah surat keterangan/izin terbang dari dokter. Surat ini berisikan keterangan tentang usia kehamilan, perkiraan waktu kelahiran dan kesehatan kehamilan dan si ibu.
Usia kandungan/kehamilan yang aman berpergian menggunakan pesawat terbang adalah pada saat usia kandungan 4 sampai dengan 6 bulan. Bagi wanita yang memiliki kandungan lemah, usia kandungan dibawah 4 bulan akan berbahaya dan pada usia kandungan 7 bulan ke atas dikhawatirkan bisa melahirkan didalam pesawat. Setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan masing masing mengenai penumpang hamil ini.
Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat 
Untuk Pesawat Garuda Indonesia :
Untuk kehamilan pertama dan kedua dengan kondisi kesehatan yang normal dan tanpa keluhan dengan usia kehamilan sampai 32 minggu diterima tanpa larangan dan harus mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF) untuk perjalanan udara.
Jika kehamilan disertai dengan keluhan seperti sakit atau nyeri dan sebagainya, maka diterima dengan syarat. Izin medis harus disetujui oleh Dokter Garuda Indonesia atau dokter yang ditunjuk dan diperoleh 7 hari sebelum dimulainya perjalanan.
Untuk Pesawat Citilink :
Ibu hamil dapat melakukan perjalanan dengan pesawat ketika umur kandungannya mencapai maksimal 27 minggu dan pulang pada saat umur kandungannya berkisar antara 28-34 minggu apabila mendapatkan surat dari dokter yang menyatakan umur kandungannya dan bahwa ia sehat untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Penumpang tersebut harus mengisi Formulir Perjalanan untuk Ibu Hamil.
Untuk Pesawat Sriwijaya Air :
Penumpang dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu, diperbolehkan terbang dengan terlebih dahulu mengisi formulir informasi medis yang tersedia. Kondisi di luar itu, atau yang memerlukan perhatian khusus, penumpang diwajibkan melengkapi dokumen penerbangan dengan surat keterangan sehat untuk terbang dari dokter dan disetujui oleh pihak Sriwijaya Air.
Untuk Pesawat Air Asia :
Penumpang yang sedang hamil berkewajiban memberitahukan kepada Airasia kondisi kehamilannya pada saat melakukan pemesanan kursi dan di konter check-in. Untuk kehamilan hingga 27 minggu maka penumpang harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas AirAsia/AirAsia X pada saat melakukan check-in untuk membebaskan AirAsia/Airasia X dari pertanggungjawaban yang timbul dari hal tersebut.
Kehamilan antara 28 minggu hingga 34 minggu, maka penumpang diharuskan menyerahkan surat keterangan dokter yang disetujui yang mengkonfirmasikan usia kehamilan telah masuk ke minggu ke berapa dan bahwa penumpang dalam kondisi fit untuk bepergian. Surat keterangan ini tanggalnya tidak boleh lebih dari 30 hari sejak tanggal keberangkatan pesawat outbound atau inbound yang dijadwalkan. Selain itu penumpang harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban terbatas AirAsia/AirAsia X pada saat melakukan check-in untuk membebaskan AirAsia/Airasia X dari pertanggungjawaban yang timbul dari hal tersebut. Kehamilan 35 minggu ke atas, Airasia tidak memperkenankan melakukan penerbangan menggunakan pesawat terbang.
Untuk Pesawat Lion Air :
Semua ibu hamil harus menandatangani pernyataan pembebasan tangungjawab. Penumpang yang usia kandungannya lebih dari 28 minggu harus menunjukkan Sertifikat Kesehatan yang menyatakan bahwa penumpang tersebut cukup sehat untuk melakukan perjalanan udara di counter check-in.
Sumber : Forum Travel

Sabtu, 22 Agustus 2015

Informasi Tentang Bagasi Pesawat

Bagasi gratis dari maskapai penerbangan diberikan kepada penumpang sebagai salah satu layanan dari airlines. Sebagian maskapai penerbangan memberikan fasilitas bagasi gratis namun tentunya dengan kebijakan dari maskapai penerbangan masing masing seperti jenis barang bagasi, berat bagasi serta ukuran bagasi. Bagasi gratis pesawat Garuda Indonesia bisa jadi berbeda dengan bagasi gratis pesawat Lion Air, begitu pula bagasi gratis pesawat Citilink juga bisa berbeda dengan bagasi gratis yang diberikan oleh maskapai penerbangan Sriwijaya atau maskapai penerbangan lainnya.
Bagasi adalah barang bawaan penumpang yang diperbolehkan dibawa kedalam pesawat terbang  untuk diangkut sesuai dengan tujuan penumpang yang membawa barang tersebut. Jika bagasi yang dibawa sudah melebihi berat bagasi gratis dari maskapai penerbangan, maka penumpang harus membayar biaya kelebihan bagasi. Sebagai bahan informasi dan acuan tentang bagasi gratis dari beberapa airlines, disini kami berikan informasi bagasi gratis berdasarkan masing masing maskapai penerbangan.
Bagasi Gratis Citilink
Setiap penumpang citilink mendapatkan bagasi gratis seberat 20 kg dan diperbolehkan membawa bagasi kabin tidak melebihi seberat 7 kg dan ukuran 50cm x 36cm x 15cm, jika bagasi tangan melebihi berat yang ditetapkan maka harus dimasukkan kedalam ruang bagasi pesawat. Bagasi gratis ini tidak diberikan untuk penumpang bayi.
Bagasi Gratis Garuda Indonesia
Garuda Indonesia mempunyai tiga kategori bagasi yaitu bagasi terperiksa, bagasi tidak terperiksa dan bagasi gabungan. Bagasi gratis untuk rute domestik penumpang dewasa dan anak anak seberat 30 kg (kelas bisnis) dan 20 kg (kelas ekonomi) serta penumpang bayi (infant) seberat 10 kg (kelas bisnis dan ekonomi). Selain itu, garuda indonesia memperbolehkan membawa bagasi berupa tas jinjing, bagasi untuk kabin dengan ketentuan panjang ukuran maksimun dari bagasi adalah panjang 56cm (22 inc), tinggi 45cm (18 inc) dan lebar 25cm (10 inc), volume dari panjang, tinggi dan lebar total tidak boleh melebihi 155cm atau beratnya melebih 7kg.
Untuk rute internasional, bagasi gratis garuda indonesia sama dengan rute domestik hanya untuk beberapa rute internasional tertentu dan jenis penumpang tertentu bagasi gratis garuda indonesia bisa mencapai 40 kg per penumpang.
Bagasi Gratis Lion Air
Lion Air memperbolehkan penumpangnya untuk membawa satu tas jinjing dengan ukuran maksimal 40cm x 30cm x 20cm dan berat maksimal 10 kg kedalam pesawat. Penumpang yang mempunyai tiket kelas bisnis memiliki bagasi gratis seberat 30 kg dan penumpang dengan tiket kelas ekonomi memiliki bagasi gratis seberat 20 kg. Untuk penumpang bayi jika tidak membeli kursi maka tidak memiliki bagasi gratis dari lion air.
Bagasi Gratis Sriwijaya Air
Bagasi tangan atau bagasi kabin sriwijaya air tidak boleh melebihi dari ukuran ukuran 81cm x 35cm x 25 cm. Sriwijaya air juga memperbolehkan penumpangnya membawa bagasi gratis seberat 20 kg kecuali untuk rute dari jakarta ke tanjung pinang yaitu seberat 15 kg.
Bagasi Gratis Air Asia
Untuk maskapai penerbangan batavia air, bagasi kabin atau tangan tidak boleh melebihi dari ukuran 81cm x 119cm x 119cm, bagasi gratis lainnya adalah seberat 15-30 kg untuk rute domestik dengan gabungan antara tas jinjing dan travelbag dan rute internasional singapura dan jeddah adalah 25-30 kg. Untuk penumpang bayi tidak mendapatkan bagasi gratis dari Air Asia.
Bagasi gratis maskapai penerbangan rata rata adalah 30 kg untuk rute internasional dan 20 kg untuk rute domestik, jika pada saat check in bagasi melebihi ketentuan dari maskapai penerbangan maka penumpang diharuskan membayar kelebihan bagasi sesuai peraturan dari airlines bersangkutan.
Barang-Barang Terlarang di bawa di dalam Bagasi Pesawat
A. Barang berbahaya bagi penumpang antara lain :
  1. Semua jenis senjata api, seperti: pistol, revolver, senapan, shotguns;
  2. Senjata Mainan, replika senjata dan senjata api tiruan yang dapat disalah gunakan untuk mengelabui sebagai senjata nyata;
  3. Komponen senjata api, termasuk teleskopis;
  4. Senjata yang menggunakan tekanan angin, seperti pistol angin, senapan pelet, senapan angin dan senapan pelontar bola,
  5. Pistol suar dan pistol starter,
  6. Busur, busur silang,
  7. Senjata tombak,
  8. Ketapel;
B.  Perangkat yang dirancang khusus untuk membuat pingsan/melumpuhkan antara lain:
  1. Perangkat untuk melumpuhkan, seperti: senjata bius, pistol setrum (tasers) dan peralatan setrum,
  2. Perangkat pelumpuh hewan (stunner) dan perangkat pembunuh hewan,
  3. Bahan kimia, gas dan semprotan yang dapat melumpuhkan, seperti: semprotan merica, semprotan Capsicum, gas air mata, semprotan asam dan semprotan pembasmi hewan;
C.  Objek dengan ujung atau sisi yang tajam yang mampu digunakan untuk menyebabkan cedera serius, antara lain:
  1. Kapak es dan pengait es,Item yang dirancang untuk memotong, seperti: kapak dan parang,
  2. Silet;
  3. Pisau lipat, pisau cutter;
  4. Pisau dengan panjang lebih dari 5 (lima) cm dari titik tumpu/pegangan;
  5. Gunting dengan panjang lebih dari 5 (lima) cm dari titik tumpu/pegangan;
  6. Peralatan seni bela diri dengan ujung atau sisi yang tajam;
  7. Pedang;
  8. Pembuka tutup botol.
D. Membawa Cairan / air putih terlalu banyak
  1. Air minum lebih dari 100 ml
  2. Sabun cair
  3. Perlengkapan baby yang cair
  4. dll yang berbahan air
Semoga informasi mengenai bawaan bagasi yang di ijinkan di bagasi pesawat bisa membantu bapak ibu sekalian. Terima Kasih

Senin, 13 Juli 2015

Tips Mencegah Telinga Dengung Saat Naik Pesawat


Bagi traveller yang sering menggunakan transportasi pesawat di saat melakukan perjalanan mungkin pernah ngerasain yang namanya sakit pada telinga. Sebenarnya hal kayak gitu banyak juga yang merasakan apalagi dalam kondisi sakit flue.

Apakah normal keadaan ini? Keadaan ini disebut Oklusi Tuba atau adanya sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga. Tuba eustachius / Eusthacian tube adalah saluran yang dimulai dari telinga tengah dan berakhir dibelakang hidung atau didaerah pangkal tenggorok. Saluran ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah dan tekanan udara di luar. Bila terjadi perbedaan tekanan maka saluran ini akan membuka dan membiarkan udara masuk ke telinga tengah sehingga tekanan menjadi seimbang.

Kapan bisa terjadi perbedaan tekanan tersebut? Kalo kita mau naik pesawat, pada saat pesawat hendak take off atau landing atau ketika pesawat naik turun diudara, telinga kita akan terasa seperti penuh atau buntu atau agak kurang mendengar, ini diakibatkan karena terjadi perbedaan tekanan seperti tadi. Biasanya kita akan langsung merespon dengan menelan ludah sehingga pendengaran kita menjadi normal kembali. Dengan menelan ludah ini akan menyebabkan tuba terbuka dan udara luar dapat masuk ketelinga bagian tengah.

Pada beberapa orang dengan gangguan pada Tuba eustachius atau pada orang yang lagi kena flu/pilek akan terjadi kesulitan untuk menyeimbangkan tekanan tersebut(pada saat pesawat diudara) sehingga udara tidak dapat masuk ke telinga tengah dan berakibat telinga tengah menjadi vakum, pada keadaan seperti ini saluran tuba tadi akan merespon dengan memperkecil ruang telinga tengah dan menarik jaringan sekitarnya agar tekanan agak seimbang, dan respon ini yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa seperti kepala mau pecah. Bagaimana solusinya ?

Berikut Tips untuk mengatasi suara dengung di telinga sbb :


1. Gunakan Ear Plug

Gunakanlah penutup telinga yang khusus dipakai untuk terbang.

2. Kunyah Permen

Agar tuba membuka terus menerus, perbanyaklah menelan ludah, salah satu cara sederhana adalah dengan mengulum permen ( jangan mengulum yg aneh2 gan ), karena dengan mengulum permen maka akan keluar ludah dan mau tidak mau kita akan menelan ludah tadi. Karena itu sebelum pesawat take off pasti pramugari akan membagikan permen senyum, kadang permen yang dibagikan oleh pramugari dianggap sebagai bagian dari service dan langsung cepat2 dihabiskan sebelum pesawat take off. Padahal idealnya permen tadi dikulum pelan2 selama perjalanan agar kita menelan ludah terus menerus atau menelan sesuatu. Atau bisa juga mengunyah permen karet. Cara ini cukup mudah dilakukan, namun kadang-kadang tidak banyak membantu pada orang tertentu yang telinganya sensitif atau sedang mengalami infeksi sinus. 

3. Menguap

Cara lainnya yaitu dengan menguap, karena bila kita menguap maka udara akan keluar dari telinga, sehingga tekanan akan tetap terjaga.

Khusus pada anak2 atau bayi tidak perlu telinga ditutup dengan kapas (cara ini banyak di nasehatkan oleh orang tua) tetapi cukup dengan diberikan minum yang banyak pada saat pesawat di udara, karena dengan menelan, tuba akan terbuka terus menerus. Menutup telinga dengan kapas tidak efektif untuk mengatasi oklusi tuba pada anak, cara ini hanya berguna untuk mengurangi suara bising pesawat. Jadi bila membawa anak kecil naik pesawat dan anaknya mulai rewel sebaiknya diberi minum air atau susu, karena ada kemungkinan dia mengalami oklusi tuba.




4. Menutup Hidung

Alternatif lainnya, jika tidak ada tisu dan air panas maka cukup dengan menutup hidung dengan salah satu tangan. Kemudian dengan hati-hati hembuskan napas dari paru-paru dengan mulut tertutup agar tekanannya mendesak tiba eusthacii sehingga sumbatannya terbuka.


5. Tisu Dan Air Hangat

Ahli kesehatan penerbangan dari TNI AU, Dr Wawan Mulyawan, SpBS memberikan cara praktis untuk membebaskan udara yang terperangkap di telinga saat naik pesawat. Cukup dengan menggunakan tisu dan gelas berisi air panas, yang semuanya tersedia di ruang pramugari.

Caranya, selembar tisu dimasukkan ke dalam gelas hingga air panas di dalamnya terserap masuk ke serat-seratnya sehingga tidak tumpah jika sewaktu-waktu terjadi guncangan di kabin pesawat. Dekatkan gelas berisi tisu dan air panas itu ke dekat telinga, lalu biarkan uap panas mengisi rongga telinga.

Uap panas ini akan meredakan sumbatan di tuba eusthacia, sehingga udara yang terperangkap di dalam rongga telinga bisa dikeluarkan. Rasa nyeri dan berdenging akan berkurang ketika udara yang terjebak telah dikeluarkan dengan bantuan udara panas.



Jika Anda sudah mendarat dan masih merasakan sakit, bisa gunakan cara berikut :

1. Bersihkan telinga Anda dan teteskan air hangat ke dalam telinga Anda, agar telinga Anda menjadi hangat dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pada umumnya, jika suhu lingkungan tujuan Anda hangat, maka tips ini sangat tepat untuk dilakukan. 

2. Minumlah tylenol (obat sakit kepala) atau ibuprofen (obat pencegah peradangan). Minumlah tylenol 30 menit sebelum Anda mendarat. Tylenol membutuhkan waktu untuk bereaksi. 30 menit adalah waktu yang cukup untuk membiarkan tylenol bereaksi.


"
Rasa nyeri di telinga saat naik pesawat terjadi akibat perbedaan tekanan, bukan karena suara mesin pesawat yang bising