Sabtu, 09 April 2016

Bandar Udara Juanda Sidoarjo


Bagi para traveler yang akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi udara berikut informasi mengenai lalu lintas dan layout bandar udara di Juanda Sidoarjo

Saat ini Bandara Terminal Juanda memiliki 2 tempat yang biasa di sebut Bandara T1 dan T2, lokasi bandara T2 berada di lokasi Jalan Ir. H. Juanda Surabaya Indonesia 61253 ( tempatnya di bandara yang lama, Untuk bandara T1 hanya melayani penerbangan Domestik dan untuk Bandara T2 melayani Domestik dan Internasional.




Kedua bandara memiliki layout yang mirip namun untuk bandara T2 desain lebih modern dan lebih nyaman dibanding bandara yang T1

Berikut layout Bandara T2 Juanda Sidoarjo

Frekuensi pelayanan penerbangan di Bandara Juanda sangat banyak seperti terlampir 







Demikian informasi mengenai bandara Juanda Sidoarjo Jawa Timur Indonesia, semoga bisa memberikan gambaran bagi para Traveler yang belum pernah menggunakan moda transportasi udara melakui bandar udara Juanda | Sinar Tour Travel


Sumber : AngkasaPura

Minggu, 24 Januari 2016

Ketentuan Kompensasi Delay berdasarkan PM 89 Tahun 2015


Terkait dengan keterlambatan angkutan udara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (“UU Penerbangan”) menjelaskan definisi keterlambatan sebagai:[1]


“Terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan.”



Jenis-jenis keterlambatan kemudian diperjelas dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia(“Permenhub 89/2015”). Menurut Pasal 2 Permenhub 89/2015, keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdiri dari:

a. keterlambatan penerbangan (flight delayed);

b. tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding          
passenger); dan

c. pembatalan penerbangan (cancelation of flight).

Dalam hal terjadi keterlambatan penerbangan (flight delayed) Badan Usaha Angkutan Udara wajib memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada penumpangnya.

Keterlambatan penerbangan dikelompokkan menjadi 6 (enam) kategori keterlambatan, yaitu:[2]

1. Kategori 1, keterlambatan 30 menit s/d 60 menit;

2. Kategori 2, keterlambatan 61 menit s/d 120 menit;

3. Kategori 3, keterlambatan 121 menit s/d 180 menit;

4. Kategori 4, keterlambatan 181 menit s/d 240 menit;

5. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit; dan

6. Kategori 6, pembatalan penerbangan.


Kompensasi yang wajib diberikan Badan Usaha Angkutan Udara akibat keterlambatan penerbangan itu berupa:[3]

a. keterlambatan kategori 1, kompensasi berupa minuman ringan;

b. keterlambatan kategori 2, kompensasi berupa minuman dan makanan ringan (snack box);

c. keterlambatan kategori 3, kompensasi berupa minuman dan makanan berat (heavy meal);

d. keterlambatan kategori 4, kompensasi berupa minuman, makanan ringan (snack box),dan makanan berat (heavy meal);

e. keterlambatan kategori 5, kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah);

f. keterlambatan kategori 6, badan usaha angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket); dan

g. keterlambatan pada kategori 2 sampai dengan 5, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).

Jadi, memang dalam beberapa kondisi sebagaimana tersebut di atas, penumpang berhak dipindahkan ke penerbangan lain (mendapat tiket penerbangan lain), selain mendapatkan makanan dan minuman. Atau ada juga penumpang yang hanya mendapatkan kompensasi berupa makanan minuman, tergantung kondisi.

Ganti rugi untuk keterlambatan kategori 5 yakni kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) wajib diasuransikan kepada perusahaan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan asuransi wajib membuat mekanisme pembayaran ganti rugi dengan persyaratan mudah dan sederhana. Pemberian ganti rugi dapat diberikan dalam bentuk uang tunai atau voucher yang dapat diuangkan atau melalui transfer rekening, selambat-lambatnya 3 x 24 jam sejak keterlambatan dan pembatalan penerbangan terjadi.[4]

Meskipun demikian, Badan Usaha Angkutan Udara dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti kerugian akibat keterlambatan penerbangan karena faktor teknis operasional (faktor yang disebabkan oleh kondisi bandar udara pada saat keberangkatan atau kedatangan), faktor cuaca, dan faktor lain-lain yang disebabkan di luar faktor manajemen airlines, teknis operasional dan cuaca, antara lain kerusuhan dan/atau demonstrasi di wilayah bandar udara.[5]

Lebih jelasnya mengenai faktor teknis operasional, faktor cuaca, dan faktor lain-lain dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:[6]


Keterangan
Faktor Teknis Operasional
Faktor Cuaca
Faktor Lain-Lain
Definisi
Faktor yang disebabkan oleh kondisi bandar udara pada saat keberangkatan atau kedatangan
-
Faktor yang disebabkan di luar faktor manajemen airlines, teknis operasional dan cuaca, antara lain kerusuhan dan/atau demonstrasi di wilayah bandar udara
Jenis-Jenis
-  Bandar udara untuk keberangkatan dan tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara
-  Lingkungan menuju badar udara atau landasan terganggu fungsinya misalnya retak, banjir, atau kebakaran
-  Terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau lokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandar udara; atau
-  Keterlambatan pengisian bahan bakar (refuelling)

-   Hujan lebat
-   Banjir
-   Petir
-   Badai
-   Kabut
-   Asap
-   Jarak pandang di bawah standar minimal; atau
-   Kecepatan angin yang melampaui standar maksimal yang mengganggu keselamatan penerbangan
-

Demikian ulasan dari kami mengenai ketentuan kompensasi mengenai biaya keterlambatan dalam penerbanan, semoga bermanfaat | Sinar Tour Travel


Dasar hukum:


1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;

2. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

sumber : hukum online

Minggu, 27 Desember 2015

Selamat Natal 2015 & Menyambut Tahun Baru 2016




Selamat Natal 2015 & Menyambut Tahun Baru 2016


Segenap Jajaran Sinar Tour & Travel mengucapkan Selamat Natal 2015 bagi semua Mitra yang merayakan dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2016 bagi Kita sekalian.
Kiranya di tahun mendatang, penyertaan dan pertolongan Tuhan makin teguh kuat disetiap aspek kehidupan Kita semua.

SALAM HANGAT


Sabtu, 12 Desember 2015

Bebas Visa Bagi Warga Negara Indonesia


Buat kawan-kawan yang sudah mempunyai Paspor dan ingin segera ber-travelling ria, Sebelum membeli tiket pesawat kalian harus tahu tentang beberapa macam VISA ( ijin masuk ke suatu Negara ) yang berlaku di berbagai Negara di dunia dan informasi mengenai Bebas Visa Bagi Warga Negara Indonesia





Secara garis besar VISA dapat di kelompokan menjadi 3 bagian :


Negara Bebas VISA
Untuk mengunjungi negara-negara ini, kita hanya memerlukan paspor untuk masuk ke negara tersebut.

Negara yang memberlakukan VOA ( Visa On Arrival )
Kita bisa langsung datang ke negara tersebut, dan mengurus VISA di Bandara pada saat kedatangan.


Negara ber VISA
Kita harus terlebih dahulu melakukan pengurusan visa di kantor perwakilan kedutaan besar negara bersangkutan di Indonesia, sebelum berangkat ke negara tujuan.


Berikut ini adalah daftar negara bebas visa dan VoA bagi pemegang paspor Indonesia dengan batasan masa kunjungan di suatu negara :


Asia
1. Brunei : 14 hari
2. Kamboja : 30 hari (VoA)
3. Hong Kong : 30 hari
4. Iran : 7-15 hari (VoA dengan Surat Sponsor)
5. Yordania : 30 hari (VoA)
6. Laos : 15-30 hari (VoA)
7. Macau : 30 hari
8. Malaysia : 30 hari
9. Maladewa/Maldives : 30 hari (VoA)
10. Nepal : 30-60 hari (VoA)
11. Oman : 30 hari (VoA)
12. Filipina : 21 hari
13. Singapura: 30 hari
14. Sri Lanka : 30 hari (VoA)
15. Thailand : 30 hari
16. Timor Leste : 30 hari (VoA)
17. Vietnam : 30 hari


Afrika
1. Maroko : 90 hari
2. Mozambique : 30 hari (VoA)
3. Seychelles : 30 hari
4. Tanzania : 3 bulan (VoA)
5. Tazmania : 3 bulan (VoA)
6. Zimbabwe : 3 bulan (VoA)


Oseania
1. Kepulauan Cook : 31 hari
2. Fiji : 120 hari
3. Mikronesia : 30 hari
4. Niue : 30 hari (VoA)
5. Palau : 30 hari (VoA)
6. Samoa : 60 hari


Amerika Selatan
1. Chile : 90 hari
2. Kolombia : 90 hari
3. Ekuador : 90 hari
4. Haiti : 3 bulan
5. Peru : 90 hari


Amerika Utara
1. Bermuda : 90 hari
2. Saint Vincent & Grenadines : 1 bulan


Eropa
1. Armenia : 120 hari (VoA)
2. Georgia : 90 hari (VoA)
3. Kosovo : 90 hari
4. Turki : 30 hari


Untuk Negara Jepang mulai bulan Desember 2014 bebas visa bagi warga indonesia namun bagi yang mempunyai Paspor Elektronik, Paspor elektronik dan paspor biasa jika dilihat sekilas sangat mirip. Perbedaan utamanya terletak pada adanya chip di bagian sampul yang memuat data pemegang paspor, seperti sidik jari dan wajah. (Proses Pasport Elektronik di Imigrasi )


Setelah mempunyai paspor elektronik bisa mengajukan bebas visa di kantor kedutaan Jepang di Kota anda, unduh formulir registrasi di situs kedutaan Jepang dan silahkan diisi di rumah, lalu lakukan registrasi dan anda akan mendapat stiker bebas visa dengan masa berlaku kedatangan 15 hari.


Demikian informasi mengenai Bebas Visa Bagi Warga Negara Indonesia | Sinar Tour Travel

Minggu, 29 November 2015

10 TIPS TRAVELING MURAH DAN HEMAT



Berikut 10 TIPS TRAVELING MURAH DAN HEMAT :


Menjelajahi daerah dengan melakukan traveling menjadi hal yang diimpikan oleh setiap orang. Namun, kesan traveling yang biasa diidentikkan dengan pemborosan atau kebutuhkan akan banyak uang yang sering kali membuat beberapa dari kita berpikir dua kali dan akhirnya urung melakukan traveling. Artikel ini akan membahas 10 Tips Traveling Murah dan Hemat yang akan mematahkan kesan traveling tersebut. 10 Tips Traveling Murah dan Hemat akan membantu kalian mendapatkan solusi demi mewujudkan traveling yang diimpikan.

Sebelum melaksanakan traveling, kita harus menentukan tujuan utama traveling kita. Penentuan lokasi utama dan lokasi-lokasi lain yang menjadi tujuan traveling perlu diputuskan dari jauh-jauh hari. Traveling merupakan sebuah perjalanan yang penuh dengan perencanaan dan persiapan yang matang. Untuk mewujudkan traveling yang murah dan hemat, perencanaan tujuan wisata jelas memiliki andil terhadap besar kecilnya pengeluaran yang akan dikeluarkan selama traveling.

1. Menyiapkan Tabungan
Untuk mewujudkan traveling yang murah dan hemat, menabung jelas menjadi hal utama yang perlu dilakukan sebelum traveling. Penetapan tujuan traveling jelas menjadi penentu untuk menetapkan target sampai seberapa jauh kita harus menabung. Sisihkan uang bulanan yang kita punya minimal 10% setiap bulannya. Tanpa terasa, menabung akan memudahkan terlaksananya traveling yang murah dan hemat.

2. Melakukan Planning dan Riset
Riset atau pencarian informasi merupakan hal penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum melakukan traveling. Lakukan riset sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan informasi mendetail tentang daerah yang akan dituju. Dengan melakukan riset, nantinya kita akan mampu menjangkau seberapa besar estimasi biaya yang dibutuhkan di daerah tujuan traveling kita nanti.

3. Booking Tiket Transportasi / Hotel dari Jauh Hari
Mem-booking dari jauh-jauh hari terbukti mampu menghemat pengeluaran traveling. Kita bisa mem-bookingbangku pesawat dan tempat penginapan dari jauh-jauh hari sebelum traveling berlangsung. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kenaikan harga di dekat waktu pelaksanaan dan memungkinkan kita agar tidak kehabisan tempat saat traveling nanti.

4. Hindari Musim Liburan
Hal terbijak yang perlu dilakukan oleh traveler yang memilih traveling dengan cara murah dan hemat adalah harus menghindari musim liburan. Walau traveling biasa diidentikkan untuk mengisi waktu libur, hal ini menjadi tabu dilakukan oleh kalian yang menginginkan traveling secara murah dan hemat. Kenaikan harga dari segala aspek akan sering terjadi saat musim liburan.

5. Membuat Daftar Belanja
Ke mana pun tujuan traveling kalian, daftar belanja jelas menjadi hal penting yang harus kalian buat sebelum melakukan traveling. Buatlah daftar belanjaan serinci mungkin demi mewujudkan traveling yang murah dan hemat. Usahakan untuk tidak mengeluarkan uang untuk belanja di luar daftar belanja yang telah kalian buat. Bersikaplah disiplin!

6. Siapkan Smartphone Anda
Smartphone memungkinkan kita untuk lebih mudah mendapatkan informasi tempat2 tujuan menggunakan aplikasi smartphone selama traveling berlangsung nanti. Isi penuh kuota data pada smartphone kalian dan usahakan membawa kartu perdana cadangan untuk mencegah terjadinya gangguan akibat kesalahan jaringan pada kartu perdana lainnya. Posisikan smartphone dalam keadaan baterai yang optimal dan sangat disarankan untuk membawa charger atau powerbank untuk mencegah terjadinya kehabisan baterai.

7. Mencari Promo
Hal ini perlu dilakukan sebelum dan selama traveling berlangsung. Cari promo sebanyak-banyaknya dari smartphone maupun selebaran lain, meliputi promo penginapan, transportasi dan belanja lainnya. Adanya promo memungkinkan kalian untuk lebih menghemat pengeluaran saat belanja dan memenuhi akomodasi nantinya. Selain pengurangan harga, kalian pun berkesempatan untuk mendapatkan segala sesuatunya dengan gratis jika gesit dan beruntung.

8. Bawa Bekal Camilan dan Air Minum Pribadi
Camilan berupa snack menjadi hal wajib bawa saat kalian melaksanakan traveling yang murah dan hemat. Bawa camilan dalam skala yang tidak merepotkan saat traveling, untuk mencegah pengeluaran berlebih jika kalian lapar nanti. Kalian pun perlu membawa tumblr air minum untuk memenuhi kebutuhan minum harian kalian. Penuhi tumblr sesering mungkin di tempat-tempat kalian bisa mendapatkan air minum secara gratis.

9. Bawa Uang Receh
Uang receh jelas menjadi hal penting yang perlu ada untuk mendukung pola traveling hemat kalian. Bawa persediaan uang receh dalam skala optimal saat traveling nanti. Uang receh ini akan memudahkan kalian selama traveling untuk membayar parkir, toilet, angkutan umum, dan hal-hal tak terduga lainnya yang mengharuskan kalian untuk mempunyai persediaan uang receh.

10. Berkenalan dengan Masyarakat Setempat
Selain untuk menambah relasi dan wawasan budaya kalian, berkenalan dengan masyarakat setempat akan membantu kalian menekan pengeluaran dari segi akomodasi. Berkenalan dengan masyarakat setempat memungkinkan kalian untuk mendapatkan informasi mendetail tentang tempat-tempat penginapan murah dan lainnya. Bahkan jika beruntung, kalian bisa mendapatkan makan dan tempat penginapan gratis di rumah mereka.

Demikian informasi mengenai tips melakukan travelling secara hemat | Sinar Tour Travel


Sumber : Bentang Nusantara