Sabtu, 13 Agustus 2016

Layanan Bandara Terminal 3 Ultime Jakarta

Kemegahan dan kemewahan Terminal 3 Ultimate yang baru saja boperasi menuai banyak kritik dari pengguna jasa transportasi udara, mulai dari penamaan terminal yang sama dengan terminal 3 yang ada sehingga ada beberapa penumpang yang salah tempat. Harusnya diberikan nama yang berbeda dari yang ada seperti nama terminal 3A atau diberi nama terminal 4 sehingga para penumpang tidak salah tempat 

Ketidaksiapan pengoperasian Bandara Terminal 3 Ultimate juga dapat dilihat sejak dioperasikan pada hari Selasa (9/8/2016), banyak penumpang yang mengalami keterlambatan dalam penerbangan. AP II juga belum menyiapkan fasilitas yang memadai untuk calon penumpang seperti tempat duduk, ac yang kurang dingin, sign sangat minim sehingga banyak yang kebingungan waktu berada di dalam bandara, Bahkan pada hari pertama dioperasikan, Terminal 3 sempat mengalami mati lampu.

“Angkasa Pura belum siap dalam pengoperasian Terminal 3 ini. Hal ini terbukti dari keluhan penumpang yang mengeluh bahwa Angkasa Pura tidak siap karena masih ada sound system yang belum terpasang dengan baik sehingga penumpang harus menunggu di depan gate secara bergerombol," kata Parlindungan melalui pernyataan tertulis yang diterima, hari ini.
keterlambatan tidak hanya terjadi untuk jadwal keberangkatan, tetapi juga jadwal kedatangan.
Contoh penerbangan dari Solo dengan transit di Jakarta yang mengalami keterlambatan sekitar satu jam. Pesawat tersebut harus menunggu antrian mendarat di udara, dan juga saat lamanya waktu perjalanan penumpang dari pesawat menuju terminal kedatangan yang menggunakan bus.
Penumpang menilai Angkasa Pura II belum siap dalam proses pemindahan penumpang ke Terminal 3 Soekarno-Hatta. Pengalihan penumpang dari Terminal 2F menuju Terminal 3 belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, termasuk petugas informasi.
Kita berharap Angkasa Pura II dan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas yang memadai untuk calon penumpang. Minimnya fasilitas di Terminal 3 dianggap akan merugikan calon penumpang.
Semua pemerintah dan pihak angkasa pura lebih mempersiapkan lagi kesiapan Terminal 3 ini sehingga dapat melayani lebih baik lagi,” ujarnya.
Semoga masukan dan kritikan penumpang bisa menjadikan Bandara Terminal 3 Ultimate bisa melakukan pembenahan secara cepat sehingga bisa memberikan layanan yang optimal bagi semua penggunan moda transportasi udara. Sinar Tour & Travel

Selasa, 05 Juli 2016

Rute Mudik-Balik Lewat Jalan Tol Jawa

Jalan Tol Trans Jawa adalah jaringan jalan tol yang menghubungkan kota kota di pulau Jawa. Jalan tol ini menghububngkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta danSurabaya melalui jalan tol.[1] Tol trans Jawa sepanjang -/+ 1.000 kilometer tersebut melanjutkan jalan-jalan tol yang sekarang sudah ada, seperti Jalan Tol Pejagan–Pemalang,Jalan Tol Kanci–PejaganJalan Tol Palimanan–KanciJalan Tol Cikopo–PalimananJalan Tol PadaleunyiJalan Tol CipularangJalan Tol PurbaleunyiJalan Tol Jakarta–CikampekJalan Tol Lingkar Luar JakartaJalan Tol JagorawiJalan Tol Cinere–JagorawiJalan Tol Lingkar Luar JakartaJalan Tol Jakarta–MerakJalan Tol Jakarta–Tangerang, dan Jalan Tol Tangerang–Merak. Sedangkan sisa ruas jalan tol yang akan dibangun adalah sepanjang 642,56 Km. Jalan Tol Trans Jawa ini termasuk dalam Asian Highway 2 (AH2) atau Jaringan Jalan Asia yang menghubungkan Asia dari Natuna and Trans Kalimantan (Indonesia) sampai Puerto PrincesaManilaLuzon (Filipina) sampai Jepang. Untuk di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jalan Tol yang bagian dari Jalan Tol Trans Jawa hanya Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR/Jakarta Outer Ring Road) sedangkanJalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (JIRR/CTC/CMNP) bukanlah sebuah bagian dari Jalan Tol Trans Jawa

Berikut ini adalah peta Jalan Tol Trans Jawa pada Juni 2015.


  





Ruas jalan tol[sunting | sunting sumber]
Jalur utara[sunting | sunting sumber]
Jalan tol
Singkatan
Km
Tahun resmi
Keterangan
Totam
72
1984
Janger
26,3
1984
JORR W2
14
2012
JORR JLJ
64
1995
JORR 2
110,4
2012
Jalan Tol Cinere-Jagorawi ruas Jalan Tol Cisalak-Jagorawi diresmikan Januari 2012, sedangkan ruas lainnya akan dibangun dalam waktu dekat
JORR W1
2010
Japek
73
1988
Cipali
116
2015 M/1436 H
Palikanci
26,3
1998
Cijagan
35
26 Januari 2010
Pejalang
57,5
dibangun mulai 2014 [2]. Seksi I (Pejagan-Brebes Barat) sepanjang 14,2 km dan Seksi II (Brebes Barat-Brebes Timur) sepanjang 6 km selesai Juni 2016. Seksi III dan IV dalam tahap pembebasan lahan.
Batalang
39
Semarang
75
24,75
1998
13,4
saat terminal 2 sudah jadi
kemungkinan tol dibuka saat bandara terminal 2 sudah jadi
20,7
Jalur tengah[sunting | sunting sumber]
Jalan tol
Singkatan
Km
Tahun resmi
Keterangan
Jagorawi
46
1978
Bocimi
diresmikan bulan Desember 2018
BORR
11
2008
Cipularang
54
2005
Padaleunyi
33
2001
Cisumdawu
60
2014
Somar
75,7
2016
seksi I (Semarang-Ungaran) dan II (Ungaran-Bawen) diresmikan April 2014, sedangkan seksi lainnya direncanakan 2016)[3]
90,1
87,02
Moker
40,5
2014
Seksi I (Bandar-Jombang) diresmikan pada tanggal 13 Oktober 2014[4], sedangkan seksi lainnya masih dalam tahap konstruksi
Sumo
36,27
Konstruksi
12,5
2005
13
Paspro
45,3
Probowangi
190
Warunda
20
2007
36,27
10
Suramadu
5,4
2009
Jalur selatan[sunting | sunting sumber]
Jalan tol
Singkatan
Km
Tahun resmi
Keterangan
Gempan
13,6
2015



Sumber : Wikipedia